Thursday, October 9, 2025

Batik

Pemeliharaan Batik Tulis
1. Hindari penggunaan sabun deterjen, karena sifatnya terlalu keras dalam mengikis warna yang menempel pada kain. Gunakan sabun lerak atau shampoo rambut untuk mencuci kain batik atau produk-produk khusus yang saat
ini sudah banyak dijual.
2. Saat mencuci kain batik, tidak perlu disikat, cukup dikucek-kucek lembut, terutama bagian-bagian yang kotor caja (misalrya bagian kerah)
3. Saat mencuci kain basik, tidak perlu diperas. Hindari juga
penggunaan mesin cuci. Cukup ditarik begianujung
ujungnya saja agar kain batik lurus kembaii.
4. Hindari menjemur kain/baju batik di tempat yang
langsung ierkena sinar matahari, cukup dijemur ditempat
teduh atau diangin-anginkan saja.
5. Hindari menyetrika langsung kain/baju batik. Setrika
bagian dalamnya saja atau kalau memang terlalu kusut,
lapisi dengan kain bersih lain sebelum disetrika.
6. Hindari enyemprot langsung kain/baju batik dengan
parfum atau pengharum badan yang lainnya, karena ini
akan merusak warna pada ccrak batik.
7. Pada saat menyimpan kain/baju 5atik di lemari, hindari
menggunakan kapui barus dan sejenisnya, karena akan
merusak kain. Gunakan akar wangi atau merica/lada,
bungkus dengan tissue dan taruh di pojok-pojok lemari
:intuk menghindarkan ngengat dan sejenisnya.

Sunday, August 10, 2025

rumus energi

Berikut adalah transkripsi dari video YouTube tersebut, berdasarkan kutipan yang diberikan:

halo sahabat Vibrasi Kaya Bayangkan dirimu berdiri di tengah sebuah ruang yang tampak hening Tidak ada suara tidak ada gerakan Seolah benar-benar kosong Tapi kenyataannya ruang itu tidak pernah diam Di balik ketenangannya partikel-partikel di dalamnya berdenyut bergetar dan saling bertukar energi miliaran kali dalam sedetik Energi tidak mengalir hanya di galaksi jauh atau inti bintang Ia ada di antara jemarimu di udara yang kamu hirup di antara detik-detik waktu yang kamu jalani Dan yang lebih mengejutkan energi ini tidak pernah habis Ia terus ada terus bergerak terus mencari saluran untuk mengalir Sebagian orang hidup seolah tidak pernah tahu bahwa mereka berjalan di dalam lautan energi yang tak terbatas ini Mereka bekerja keras mengejar memaksa menguras tenaga Padahal arus ini selalu mengundang mereka untuk sekadar terhubung **Bank energi semesta ini berdiri di hadapan kita dengan saldo tak terbatas menunggu seseorang yang tahu cara membuka pintunya** Tapi ada satu rahasia aksesnya tidak dibuka dengan uang status atau koneksi sosial **Pintu ini terbuka hanya bagi mereka yang bisa menyetel diri mereka sendiri ke frekuensi tertentu** Frekuensi yang mampu mengunci sinyal dengan denyut alam semesta itu sendiri Dan di video ini kita tidak hanya akan membicarakan keberadaan bank energi ini Kita akan masuk ke dalamnya Kita akan memutar kunci yang tersembunyi itu dan membiarkan arusnya mengalir ke hidup kita Dan saat itu terjadi hidupmu tidak akan lagi sama seperti sebelumnya Bab satu memahami sumber energi yang tak pernah kosong Ya ketika kita berbicara tentang energi kebanyakan orang langsung memikirkan listrik bensin makanan atau bahkan tenaga dalam tubuh manusia Semua itu benar adanya Tetapi ada satu sumber energi yang jauh lebih besar lebih tua dan lebih mendasar dari segala bentuk energi yang pernah kita kenal **Quantum vacuum energy atau energy vacuum quantum Fisika modern khususnya melalui mekanika quantum telah menemukan bahwa ruang hampa yang dulu dianggap benar-benar kosong sebenarnya adalah sebuah panggung yang penuh aktivitas** [1]

nol Saling bertukar energi membentuk dan melebur kembali menjadi ketiadaan yang ternyata sangat berisi Albert Einstein pernah berkata bahwa energi dan massa adalah dua sisi dari mata uang yang sama Dari sinilah kita tahu di balik ketiadaan ada cadangan energi yang luar biasa besar **Begitu besar sehingga 1 cm³ ruang hampa mengandung potensi energi yang bisa menghidupkan seluruh kota selama ribuan tahun jika saja kita tahu cara mengaksesnya** Bayangkan kita hidup bergerak bekerja bahkan bernapas di dalam samudra energi ini setiap hari ia menyelimuti seluruh jagat raya menghubungkan bintang-bintang di langit dengan debu di bawah kakimu Dan kabar baiknya energi ini tidak pernah berkurang Seperti matahari yang selalu memancarkan cahaya ia ada di sana terus berdenyut tanpa henti Namun mengakses energi ini tidak seperti menyalakan saklar listrik atau mencolokkan kabel ke stop kontak **Ia merespons frekuensi frekuensi pikiran emosi dan kesadaran kita** Ini bukan sekadar teori metafisik Dalam fisika gelombang ada yang disebut resonansi di mana dua gelombang yang memiliki frekuensi sama akan saling memperkuat Kalau kita ibaratkan energi vakuum ini sebagai lautan yang luas maka kesadaran kita adalah kapal Lautan ini bisa membawa kapal kita sejauh mungkin Tapi hanya jika layar kita terbuka dan arah kita selaras dengan anginnya Banyak orang mengira mereka tidak mendapatkan arus Padahal sebenarnya layarnya tertutup rapat tertutup oleh keraguan ketakutan dan kebisingan pikiran Maka langkah pertama adalah memahami bahwa sumber energi ini nyata Ia bukan cerita spiritual yang sulit dibuktikan Ia adalah fakta fisika yang telah diukur dihitung dan diterima oleh banyak ilmuwan terkemuka Dan begitu kita mengerti bahwa kita hidup di tengah bank energi ini kita mulai bertanya "Bagaimana caranya saya bisa menyentuh arusnya?" Jawabannya akan mulai kita kupas di bab berikutnya tentang satu-satunya kartu akses yang diakui oleh Bank Energi Semesta ini **Bab kesadaran sebagai kartu akses** Bayangkan dirimu berjalan memasuki sebuah ruang penyimpanan emas terbesar di dunia Di sana dinding-dinding berlapis baja dan di baliknya tersimpan kekayaan yang bahkan tak terhitung jumlahnya Kamu tahu emas itu ada Kamu bahkan berdiri di depannya tetapi tanpa kartu a [2]

kses pintu itu tetap tertutup rapat dan kamu hanya bisa menatap dari kejauhan Begitu pula dengan Bank Energi Semesta Pak Ia tidak memandang jabatan kekayaan materi atau gelar pendidikan **Satu-satunya kartu akses yang ia terima adalah kesadaran** Kesadaran di sini bukan sekadar tahu atau sadar dalam arti umum Ia adalah kualitas hadir sepenuhnya di momen ini tanpa terjebak masa lalu atau cemas pada masa depan Dalam kondisi seperti ini pikiran kita jernih emosi kita stabil dan tubuh kita rileks Inilah titik di mana kita mulai mengirim sinyal yang jelas ke medan energi bahwa kita siap Fisikawan dan ahli neurokognitif telah menemukan bahwa pikiran manusia menghasilkan gelombang listrik yang bisa diukur brain waves yang berubah tergantung pada kondisi mental kita **Saat kita berada dalam keadaan tenang penuh rasa syukur dan terbuka gelombang otak kita melambat ke frekuensi alfa atau bahkan teta yang ternyata sangat selaras dengan pola resonansi alami bumi resonans** Dalam keadaan ini kita seperti memutar dial radio tepat ke frekuensi saluran kelimpahan Coba ingat mungkin kamu pernah mengalami hari di mana segalanya terasa lancar Telepon dari teman datang tepat saat kamu memikirkan mereka Kesempatan kerja muncul tiba-tiba atau bahkan hal kecil seperti mendapat tempat parkir kosong di tempat yang ramai Semua ini bukan kebetulan semata Itu adalah tanda bahwa kesadaranmu sedang berada di frekuensi yang tepat sehingga energi semesta meresponsMu dengan cepat Sebaliknya ketika kesadaran kita dipenuhi rasa takut marah atau tidak percaya sinyal yang kita pancarkan menjadi kacau Ibarat radio yang memutar dua saluran sekaligus hasilnya hanya bising dan arus energi pun enggan mengalir Bukan karena semesta pelit tetapi karena kita belum menyiapkan saluran penerima yang bersih Maka **mengakses Bank Energi Semesta bukanlah soal bekerja lebih keras melainkan menyetel kesadaran memperbaiki kualitas siaran kita menyadari setiap detik di mana pikiran kita mulai tenggelam dalam kekhawatiran lalu dengan lembut mengembalikannya pada rasa tenang dan percaya** Karena pada akhirnya kesadaran bukan hanya kunci pembuka pintu bank energi semesta Ia adalah undangan resmi tiket emas dan sekaligus kontrak kerja sama yang membuat arus energi itu terus mengali [3]

r ke hidup kita Dan jika kamu sudah memahami ini bersiaplah Bab berikutnya akan membawa kita lebih jauh bukan hanya membuka pintu bank energi semesta tetapi menyetel frekuensi tubuh kita agar selaras sempurna dengan aliran kelimpahan itu sehingga ia tak lagi datang sesekali melainkan menjadi arus yang tak pernah berhenti **Bab menyetel getaran diri ke frekuensi kelimpahan** Bayangkan tubuh dan pikiranmu seperti sebuah alat musik Jika senarnya terlalu kendor nada yang keluar akan fals Jika terlalu kencang ia akan putus Frekuensi kelimpahan bekerja persis seperti itu Ia hanya akan terdengar indah jika getaran batinmu selaras dengan nadanya Sebagian orang mengira mereka sudah bergetar di frekuensi kaya karena sering mengucap afirmasi atau menempelkan gambar rumah impian di vision board mereka Tetapi di bawah permukaan ada arus bawah yang berbeda Rasa takut uang habis kecemasan melihat tagihan atau rasa bersalah ketika ingin hidup lebih baik Ini seperti ingin mendengar musik klasik tapi diam-diam radionya masih memutar berita bencana Singa bercampur pesan semesta pun kabur **Menyetel getaran bukan sekadar mengubah kata-kata tetapi mengubah keadaan dalam dirimu Ini berarti menjadi kelimpahan itu Bukan hanya membicarakannya Kamu tidak menunggu uang datang baru merasa tenang Justru kamu tenang dulu sehingga uang merasa nyaman datang** Secara sains otak dan hatimu menghasilkan medan elektromagnetik yang bisa diukur Fisikawan dan peneliti di bidang quantum consciousness menemukan bahwa **ketika kamu berada di kondisi hati yang damai penuh syukur dan percaya pola gelombang ini menjadi lebih harmonis lebih sinkron dan mampu mengunci pada peluang-peluang yang sebelumnya terlewat** Pikirkan ini Peluang tidak hilang Mereka selalu ada tapi hanya bisa dilihat oleh mata yang jernih Dan kejernihan ini hanya muncul jika frekuensimu stabil Ada latihan sederhana namun mendalam Setiap kali kamu melihat uang sekecil apun latih dirimu untuk merasakan rasa lega dan cukup Jangan biarkan pikiran berkata "Ah cuma segini Sebab setiap kali kamu meremehkan sesuatu yang sudah hadir kamu menutup pintu untuk jumlah yang lebih besar." Getaran kelimpahan juga dibentuk dari cara kita berbicara tentang uang di kehidupan sehari-hari Orang yang berkata uang sulit di [4]

cari atau rezeki sempit sedang memprogram tubuhnya untuk memancarkan frekuensi kekurangan Gantilah dengan kalimat seperti uang mengalir mudah kepada saya atau saya selalu cukup sambil benar-benar merasakannya Tanpa rasa kata-kata hanyalah suara Dengan rasa kata-kata menjadi sinyal Perlu diingat penyetelan getaran bukan kerja sekali lalu selesai Sama seperti gitar yang perlu distem ulang setiap kali berubah suhu Tubuh dan pikiranmu juga perlu distem ulang setiap kali menghadapi masalah berita negatif atau emosi berat Bedanya jika kamu terus melatihnya lama-lama setelanmu akan lebih tahan lama Bahkan otomatis kembali ke nada yang tepat Dan saat itu terjadi kamu akan merasakan sesuatu yang luar biasa Tanpa berusaha mati-matian peluang datang sendiri orang ingin bekerja sama ide-ide kreatif muncul dan uang menjadi bagian alami dari aliran hidupmu **Bab 4 Mengalir Bukan Mengejar** Di dunia fisik kita diajarkan untuk mengejar apa yang kita mau Kata-kata seperti kejar mimpimu atau kejar kesuksesan Terdengar memotivasi Tapi di ranah energi kata mengejar justru mengandung sinyal kurang Mengejar berarti mengakui bahwa sesuatu sedang jauh darimu Dan sinyal jauh itulah yang membuat jarak itu tetap ada **Mengalir artinya melepaskan keyakinan bahwa kamu harus mengontrol setiap detail proses** Sama seperti sungai yang tahu ke mana ia bermuara energi kelimpahan juga tahu jalannya menuju hidupmu Masalahnya banyak orang mendayung melawan arus Mereka memaksakan strategi yang melelahkan menolak jalan yang ditawarkan semesta karena tidak sesuai rencana mereka atau terlalu fokus pada satu sumber rezeki hingga lupa bahwa semesta punya ribuan cara lain **Mengalir bukan berarti pasif atau malas Mengalir berarti aktif di dalam rasa percaya** Kamu tetap bergerak tapi tidak dengan rasa panik Kamu tetap berusaha tapi tidak dengan rasa takut tertinggal Dan yang terpenting kamu memberi ruang bagi keajaiban hal-hal yang datang di luar kalkulasi logis Secara fisika ini seperti koherens dalam gelombang Jika kamu selaras dengan arus utama energi yang kamu keluarkan lebih sedikit tapi hasilnya lebih besar Sebaliknya jika kamu melawan arus energi yang dikeluarkan membengkak tapi pergerakanmu tetap lambat Contoh nyata dari mengalir Kamu mungkin sedang mencari [5]

klien baru tapi alih-alih memaksa orang tertentu membeli jasamu Kamu menjaga energi positifmu membuka komunikasi tulus dengan banyak orang dan percaya bahwa yang tepat akan muncul Seringkiali klien terbaik justru datang dari arah yang sama sekali tak kamu sangka Teman lama yang tiba-tiba menghubungi rekomendasi dari orang yang tak kamu kenal dekat atau pertemuan acak yang ternyata membawa peluang besar Mengalir juga berarti memberi izin kepada dirimu untuk merasa cukup di setiap tahap perjalanan Ketika kamu bisa berkata "Aku sudah berada di jalur yang tepat walau tujuan akhir belum terlihat kamu menciptakan medan energi yang ramah bagi kelimpahan Kuncinya adalah mengganti obsesi dengan rasa ingin tahu Obsesi membuatmu tegang dan kaku Rasa ingin tahu membuatmu fleksibel dan waspada terhadap sinyal semesta Dengan rasa ingin tahu kamu melihat setiap kejadian baik atau buruk sebagai petunjuk bukan penghalang Dan di titik ini kamu akan merasakan sesuatu yang sulit dijelaskan dengan logika Tiba-tiba semua terasa cocok waktu terasa pas dan langkah-langkah yang tadinya acak ternyata membentuk pola indah Itulah saat kamu benar-benar mengalir Bab berikutnya akan membawamu pada rahasia yang membuat aliran ini bukan hanya masuk ke hidupmu tetapi terus berputar tanpa pernah kering Kita akan bicara tentang mengubah dirimu dari penerima menjadi penyalur dan di situlah kelimpahan mencapai bentuk tertingginya **Bab penyalur bukan penimbun** Sahabat Vibrasi Kaya ada satu hal yang sering disalahpahami banyak orang saat berbicara tentang kekayaan kelimpahan dan energi semesta Kita diajarkan sejak kecil bahwa untuk menjadi aman kita harus menyimpan menahan dan mengamankan sebanyak mungkin untuk diri sendiri Kita diajarkan bahwa jika kamu memberi kamu akan berkurang Tetapi dalam hukum energi kebenarannya justru terbalik **Energi termasuk energi kelimpahan hanya akan terus datang jika kita mengalirkannya** Bayangkan tubuh manusia Darah mengalir dari jantung ke seluruh tubuh memberi kehidupan oksigen dan nutrisi Jika suatu bagian tubuh memutuskan untuk menyimpan darahnya sendiri dan tidak mau melepasnya ke bagian lain apa yang terjadi ia membeku membusuk dan akhirnya mati Begitu pula energi kelimpahan Jika kita menahan dengan rasa takut taku [6]

t kekurangan takut kehabisan energi itu akan berhenti mengalir Rasa takut adalah sinyal yang mengatakan kepada semesta "Aku tidak percaya arus ini akan kembali." Dan semesta yang selalu merespons getaran kita akan berkata "Baik kalau begitu aku akan menghentikan alirannya." Di sinilah rahasianya **Orang-orang yang tampak seperti magnet keberuntungan seringkiali adalah mereka yang tidak menahan arus Mereka memberi berbagi membantu bahkan kadang tanpa menghitung-hitung Bukan karena mereka ceroboh tapi karena mereka percaya penuh bahwa arus itu tidak akan pernah berhenti** Ada hukum sederhana yang berlaku di seluruh jagat raya **Apa yang mengalir bertambah air yang mengalir menjadi jernih dan segar Sungai yang berhenti mengalir akan menjadi keruh dan penuh lumut Uang yang berputar membawa peluang baru Pengetahuan yang dibagikan akan berkembang menjadi kebijaksanaan yang lebih luas** Ketika kamu menyalurkan energi kelimpahan baik itu dalam bentuk uang ide perhatian atau kasih sayang kamu menciptakan ruang kosong dalam wadah energimu Dan hukum semesta mengatakan ruang kosong tidak akan pernah dibiarkan kosong Ia akan segera diisi kembali seringkiali dalam jumlah yang lebih besar Ini sebabnya banyak orang yang memberi justru menerima lebih banyak dari yang mereka lepaskan Ada yang memberi sedikit tapi kembali dalam bentuk rezeki berlipat Ada yang berbagi ilmu dan balasannya datang dalam bentuk peluang yang tak pernah mereka sangka Namun menjadi penyalur bukan berarti memberi secara buta atau mengorbankan diri sampai habis tak bersisa Ada seni dalam menyalurkan energi Satu menyalur dengan kesadaran Berikan dengan rasa penuh bukan dengan rasa takut atau terpaksa Energi di balik tindakan itu lebih penting daripada jumlah yang kamu berikan Menyalur ke arah yang membangun Arahkan energi kepada orang proek atau tujuan yang akan memperluas arus kebaikan bukan yang justru menghambatnya Tiga menyalur dengan keyakinan Setelah memberi lepaskan Jangan mengintip kembali dan bertanya "Kapan kembali Percayalah bahwa arus semesta sedang bekerja Ketika kamu menjadi penyalur yang murni tanpa beban rasa takut bank energi semesta akan melihatmu sebagai saluran yang bersih dan layak diprioritaskan Seperti sungai yang jernih arus akan memilih jal [7]

annya melalui dirimu dan mengalir tanpa henti Dan di bab terakhir kita akan membicarakan bagaimana membuka saluran itu setiap hari lewat latihan-latihan sederhana agar kamu tidak hanya memahami konsep ini tetapi juga mengalaminya secara nyata **Bab 6 Latihan Harian Mengakses Bank Energi Semesta** Teori tanpa praktik ibarat memiliki peta harta tapi tak pernah melangkah mencari petinya Jika ingin benar-benar terkoneksi dengan bank energi semesta kamu perlu membiasakan tubuh pikiran dan hatimu untuk selaras dengannya setiap hari Tidak perlu ritual rumit tidak perlu meditasi berjam-jam jika itu membuatmu malah tertekan Yang dibutuhkan hanyalah momen-momen kecil yang dilakukan dengan kesadaran penuh Pertama **ritual pagi Menyetel frekuensi** Begitu membuka mata di pagi hari sebelum pikiranmu mulai dipenuhi daftar tugas dan kekhawatiran ambil waktu 2 sampai 3 menit untuk hening:
1. **Rasakan energi yang sudah ada**: Duduk dengan nyaman, pejamkan mata, dan bayangkan dirimu berada di tengah lautan cahaya yang hangat. Bayangkan setiap tarikan napas membawa masuk energi itu ke seluruh tubuhmu.
2. **Bayangkan rekening energi**: Visualisasikan rekening bankmu bukan hanya dengan angka tapi dengan cahaya emas yang semakin terang setiap kali kamu bernapas. Rasakan rasa aman dan lega seolah semua kebutuhanmu sudah terpenuhi.
3. **Set niat harian**: Pilih satu niat baik hari ini. Mungkin membantu seseorang, berbagi senyum, atau memberi ilmu. Tidak perlu besar tapi lakukan dengan penuh kesadaran.

Kedua **latihan tengah hari Menyadari arus** Di tengah kesibukan berhenti sejenak. Rasakan napasmu lalu tanyakan pada dirimu apakah aku masih mengalir atau mulai menahan. Jika mulai merasa takut atau khawatir bayangkan dirimu sebagai sungai yang melepas hambatan membiarkan air kembali mengalir bebas. Ini akan menjaga frekuensimu tetap terbuka sepanjang hari.

Ketiga **ritual malam menutup hari dengan syukur** Sebelum tidur ambil waktu untuk mencatat tiga hal yang kamu terima hari ini, besar atau kecil. Dengan cara ini kamu menutup hari dalam getaran kelimpahan bukan kekurangan. Dan ini akan membentuk siklus energi positif yang semakin kuat dari hari ke hari.

**Kuncinya adalah konsistensi** Semakin sering kamu melakukan latihan ini semakin otak bawah sadarmu akan mengenali bahwa kamu bagian dar [8]

i arus bukan penonton yang terpisah Dan begitu bawa sadarmu menerima ini sebagai kenyataan Bank Energi Semesta akan menjadi rekening aktif yang terus terisi tanpa batas Inilah tahap terakhir dari perjalanan ini Memahami bahwa kelimpahan bukan sesuatu yang kamu kejar tapi sesuatu yang kamu izinkan mengalir melalui dirimu setiap saat Sahabat Vibrasi kaya bank energi semesta ini bukan milik segelintir orang Ia milik semua makhluk dan ia selalu penuh selalu siap selalu setia bahkan saat kita lupa keberadaannya Hari ini kamu tidak hanya tahu bahwa bank itu ada kamu sudah memegang kuncinya Gunakan kunci itu bukan hanya untuk dirimu sendiri tapi untuk menciptakan gelombang kebaikan yang lebih besar Dan jika video ini menggugahmu jadilah bagian dari arus ini Subscribe nyalakan lonceng notifikasi dan bagikan kepada mereka yang kamu cintai Karena semakin banyak yang tersambung semakin deras arus energi kelimpahan yang mengalir dan kita semua akan berenang di dalamnya [9]

Tuesday, July 29, 2025

ai video

@Akbar Alatas:Link Webiste
https://belajarpakai.ai/
Link Telegram
https://t.me/+JIuoVBSRNbs3OGFl
Tools AI
https://seaweed-apt.com/2

Thursday, July 24, 2025

dua hukum dari Syaiful Karim

Berikut adalah transkripsi dari kutipan video YouTube yang Anda berikan [1-9]:

[1]
Lebih dahsyat lagi ini yang kedua ini pelajaran betul dan ini kalau dipraktikkan Bapak Ibu, Bapak Ibu semuanya, hmm berkelimpahan hidupmu. Saya bertahun-tahun menunggu intuisi dari semesta sampai saya bisa memahaminya dan sekarang saya berani menyampaikan ini di muka publik karena saya sudah benar-benar *firm* meyakini ternyata ini lebih dahsyat daripada hukum sebab akibat. Kita masuk lebih dalam, saya akan sampaikan dulu Quran surah Ar-Ra'du surah 13 ayat yang ke-11. Saya bacakan bahasa aslinya: "Lahu muaqibatun min baini yadaihi wamin khalfihi." Ini saya bacakan tidak menggunakan makhraj, "Lahu muaqibatum," ah enggak gitu, enggak boleh. "Min," karena nun mati ketemu ba harus mim, ya, hah. Nun mati ketemu ba kok jadi mim? Hebat ilmu tajwid itu. Ba itu adalah baitullah, nun itu adalah nurullah. Maka siapa yang sudah menemukan nurullah dalam baitullah, dia disebut mim, ahli makrifatullah, tuh gitu ilmu tajwidnya, hmm dengung, mim, ah getaran tuh energi. Udah sampai situ dulu, hah. "Lahu muaqibatun min baini yadaihi wamin khalfihi." Bagi manusia ada akibat yang selalu mengikutinya secara bergiliran. Silakan Bapak Ibu mau melakukan apa, Bapak Ibu mau memikirkan apa, merasakan apa, membicarakan apa, ingat semua yang terjadi itu adalah getaran yang sedang kita pancarkan ke semesta dan setiap aksi pasti ada reaksi. Jadi sebetulnya kita dalam hidup ini sedang diajarkan untuk belajar menanggung konsekuensi dari semua yang kita lakukan, itu yang disebut dengan akibat. Makanya bahasa Arabnya keren, ya, "Lahu muaqibatum min baini yaddaihi wamin kholfihi." Bagi manusia ada akibat yang selalu mengikutinya bergiliran di muka dan di belakang. Bingung kan? Bingung apa tidak? Atau enggak bingung Bapak Ibu? Saya baca ayat ini bingung dulu. Bapak Ibu enggak, ya? Saya nanya bingung apa tidak? Biasanya kalau mengikuti itu kan di belakang, ini mengikuti tapi di muka. Baru sadar kan bingungnya tadi tuh. Kalian bilang bingung sebetulnya hanya supaya disebut mikir aja sebetulnya, hmm kan baru kelihatan bingungnya setelah dijelaskan. Betul enggak? Gitu, dasar kalian itu, hmm. Jadi yang namanya akibat itu selalu mengikutinya dari belakang, betul enggak? Ini akibat kok mengikutinya di muka? Oh, saya bertahun-tahun menunggu intuisi dari semesta sampai saya bisa memahaminya dan sekarang saya berani menyampaikan ini di mu [1].

[2]
ka publik karena saya sudah benar-benar *firm* meyakini. Kenapa? Ternyata di alam ini ada dua hukum. Yang pertama, **hukum sebab akibat**, itu yang biasa normal kebanyakan orang begitu. Ternyata orang-orang kreatif tidak menggunakan hukum itu, menggunakan **hukum akibat sebab**. Kalau kita bersyukur terhadap apa yang sudah terjadi pada kita, biasa. Makanya orang-orang kreatif menciptakan satu cara mensyukuri apa yang belum terjadi dan merasakan seolah-olah yang belum terjadi itu sudah terjadi, itulah yang disebut dengan hukum akibat sebab. Ternyata ini lebih dahsyat daripada hukum sebab-akibat, mengikutinya di muka. Wah, harusnya ini bayar, enggak apa-apalah ya saking tingginya ilmu ini, gratis, hmm. Yang penting janjinya tadi, ya, apa tadi? Melakukan kebaikan tanpa pamrih. Sedang di mana Bapak Ibu sekarang? Sedang di sini. Ketemu siapa Bapak Ibu? Ketemu saya. Mau melakukan kebaikan apa janjimu? Awas itu sudah janji tadi, ya, mantra yang sebegitu mahalnya itu sudah saya bagikan, ya, oke. Lanjut, lanjut, lanjut. Ini harus bisa dimengerti, ya, Bapak Ibu. Mana coba? Bahagia dulu sukses dulu, hmm. Orang yang sukses dulu baru bahagia dia sedang menggunakan hukum sebab akibat. Jadi enggak, jadi enggak, nanti kalau saya sudah sukses saya akan bahagia. Pada saat dia mengatakan kalimat itu, jujur dia sedang bahagia atau sedang sedih? Sedang sedih. Nah, hukum tarik-menariknya mengatakan, **sedih akan menarik sedih**. Jadi sukses yang dia idamkan tidak akan terjadi. Kenapa? Karena dia menggunakan hukum sebab akibat. Kita sekarang kreatif menggunakan hukum akibat sebab. **Saya akan bahagia saat ini juga, kesuksesan akan datang.** Kenapa? Karena **bahagia akan menarik kebahagiaan**. Oke, saya kasih PR lagi. Bahagia dulu atau teman datang dulu, hmm? Kalau teman datang saya akan bahagia. Satu, teman belum tentu datang, betul. Yang kedua, bahagianya ditunggu, ditunda, betul. Dan kalau teman tidak datang kan tidak bahagia. Sekalipun teman datang, karena berdasarkan itu saya yakin itu, teman datang tidak akan bawa kebahagiaan, pinjam duit, cerita kesusahan. Kenapa? Karena hukum tarik-menarik sedang bekerja. Perhatikan saya, kalau teman datang saya akan bahagia. Saat dia berkata itu, sudah bahagia belum? Makanya sekalipun teman datang tidak akan membawa kebahagiaan, percaya sama saya. Pernah enggak Bapak Ibu kedatangan teman malah cut, ya [2]?

[3]
ng susah-susah, pernah enggak? Pernah apa sering? Kalian yang menariknya. Tapi kita sering tidak bertanggung jawab, padahal ayatnya jelas "Lahu muakibatum min baini yadaihi wamin khalfihi yahfadunahu." Ya, nah ternyata itu semua "min amrillah", itu hadir karena perintah Allah. Jadi alam semesta ini sebetulnya menganut dua hukum: **sebab akibat dan akibat-sebab**. Bapak Ibu menggunakan yang mana? Dua-duanya berjalan karena itu "min amrillah", ternyata itu perintahnya Allah. Jadi alam semesta ini sudah dibuat sedemikian jujur dengan hukum yang sangat hebat itu. Sekarang tinggal bagaimana kita menggunakan kedua hukum itu. Kalau anak saya lulus dan wisuda saya akan bahagia, bakal terjadi? Belum tentu terjadi, betul? Iya. Tapi kalau **saya bahagia saat ini juga, anak saya wisuda atau tidak wisuda kemungkinan wisuda datang**. Wah, ini lebih dahsyat lagi ini yang kedua ini pelajaran betul dan ini kalau dipraktikkan Bapak Ibu, Bapak Ibu semuanya, hah, berkelimpahan hidupmu. Jadi enggak usah nunggu suami baik untuk bahagia, ya, paham. Semua orang yang menunggu bahagia, dia hanya akan menjadi seorang penunggu. Tapi yang memutuskan dia **bahagia saat ini, suaminya pasti akan baik**. Jadi selama ini betapa salah kaprah kita selama ini, betul? Doa sama Allah apa yang diminta? Ya Allah, baikanlah suami saya. Saat dia meminta kepada Allah, posisi dia sedang tidak baik-baik saja. Tapi kalau dia sama Allah, "Ya Allah, saya akui pasangan hidup saya adalah pilihanmu yang terbaik buat saya. Saya berhenti menilai baik dan buruk, benar dan salah karena saya percaya dengan kebijaksanaanmu. Yang dikirim olehmu ke semesta ini adalah orang terbaik untuk mendampingi hidup saya. Saya bahagia dengan pasangan saya apapun itu." Gitu enggak Bapak Ibu? Enggak usah tepuk tangan, tapi gitu enggak? Gitu apa tidak? Pantesan enggak baik-baik, betul enggak? Nah ini kelihatan yang saya bicarakan ini cetek gitu, tetapi ini inti-inti kehidupan loh. Ini inti-inti kehidupan yang selama ini tidak disadari. Kenapa suami ingin baik malah baca surat itu, surat ini, betul enggak? Sudah baca berulang-ulang tambah enggak baik. Kenapa? Karena kita salah. Dikira apa yang kita baca dengan kata-kata itu dipahami oleh semesta? Semesta tidak mengerti itu. **Semesta mengertinya bahasa frekuensi, vibrasi, dan getaran**. Di sini enggak ada getaran, oke lanjut ya, nah [3].

[4]
sampai di situ aja sebenarnya sudah berat ini kajian, hmm ya. Kemudian Allah mengatakan, **"Innallaha la yughayiru ma biqaumin hatta yughayiru ma bianfusihim."** Ini ayat sering Bapak Ibu dengar cuman dipotong yang depannya jarang dijelaskan. Kenapa menjelaskan yang depan itu memang berat, perlu penyelaman yang dalam. Saya juga menunggu puluhan tahun untuk bisa menjelaskan ayat ini yang bagian depannya sampai saya bisa memahami ada dua hukum tadi: sebab akibat dan akibat sebab. Dan saya sudah menggunakan keduanya, saya sudah menggunakan keduanya. Ternyata menggunakan **hukum akibat sebab jauh lebih dahsyat, mensyukuri apa yang belum terjadi**. Saya misalnya dalam kondisi sakit, saya syukuri seolah-olah saya sudah sehat, saya tidak memfokuskan pikiran saya pada sakit, ternyata lebih cepat sehat daripada saya berfokus pada rasa sakit. Ajaib enggak? Wah, ini yang namanya mengikutinya di muka, wih luar biasa ya, gitu. "Innallaha la yughayiru ma biqaumin hatta yughayiru ma bianfusihim." Ini ayat sudah dipahami semua orang: sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Pertanyaannya yang paling krusial adalah bagaimana cara mengubah nasib, kan itu masalahnya. Kan kita ingin mengubah realitas yang di luar. Ingat sekali lagi, **realitas yang di luar adalah cerminan dari realitas yang di dalam**. *Clear*? *Clear*. Oke, kalau itu pencerminan berarti yang di luar adalah bayangan dari yang di dalam, paham? Oke. Bapak Ibu bercermin, bercermin habis kerja di dapur wajah berantakan, bercermin ya. Bayangannya pasti begitu, tidak mungkin enggak berantakan. Setelah mandi kemudian segala dipakai betul, kasih merah-merah wah macam-macamlah gitu, hmm ya. Pasti di bayangannya kayak gitu lagi. Ternyata **bayangan tidak akan berubah jika kita tidak mengubah objek yang dibayangkan oleh cermin**. Jadi semakin jelas, realitas yang di luar tidak akan berubah kalau realitas di dalam tidak kita ubah. Ternyata saya menemukan orang yang berkelimpahan dengan orang yang kesulitan dalam hidupnya hanya perasaannya yang berbeda. Yang satu merasa berkelimpahan, yang satu merasa kekurangan. Yang satu percaya bahwa dia akan berkelimpahan, yang satu tidak percaya kalau itu akan terjadi, itu yang membedakan. Bukan Tuhan membeda [4].

[5]
kan nasibnya, Tuhan macam apa membeda-bedakan hambanya. Makanya Tuhan tidak akan mengubah nasibmu, betul, kalau kamu yang tidak mengubahnya. Nah sekarang dimensi mana yang harus kita ubah? Luar apa dalam? Wah, luar biasa. Jadi nyambung sekarang kajiannya **mengubah realitas dunia dengan menggunakan kekuatan langit**. Jadi langit kitanya harus dimunculkan kekuatan itu yang keren, ya. Nanti saya akan kasih seksi khusus, ya, hari ini kita akan meditasi sebentar. Nah itu ayat sering dijelaskan oleh banyak orang betul, tetapi pertanyaannya bagaimana mengubahnya? Nah **hal yang paling krusial yang harus Bapak Ibu ubah sebetulnya adalah mesin pencipta realitas yang ada dalam diri kita yang bernama alam bawah sadar**. Oke, itu yang harus diubah, ya, nanti kita ubah ya programnya. Nah ini sudah saya jelaskan. Nah dalam Quran surah Almukminun ayat yang pertama kan ada kata-kata "qod aflaha qod aflahal mukminun", ya, ada kan? Sering baca kan? Sering pada hafal. Jadi itu ayat jelas sekali: **berbahagialah orang yang beriman**. Jadi orang beriman itu cirinya apa? Bahagia. Sudah bahagia Bapak Ibu? Oh, berarti sudah beriman. Kalau ngaji itu enggak usah cari-cari alasan, ya. Ya, ulangi-ulangi. Berbahagialah orang yang beriman. Jadi orang beriman itu cirinya apa? Sudah berbahagia. Coba saya tanya siapa ingin bahagia? Acungkan tangan. Uh, ternyata belum bahagia. Jadi bohong mengaku orang beriman, hmm bohong, bohong. Saya tanya tadi Bapak Ibu sudah bahagia? Sudah kan? Harusnya ketika saya suruh acungkan tangan siapa yang ingin bahagia, enggak usah acung tangan, kan sudah. Gimana sih kalian ini? Hmm, aduh ngasal memang ngajinya ya, baru terjebak ya. Ya, yang acung tangan kan belum bahagia. Nah, konsekuensinya yang acungkan tangan ini bukan soal belum bahagia, belum beriman, betul enggak? Lah kan tadi saya bilang ciri orang beriman itu sudah bahagia, berarti yang belum bahagia belum beriman. Sok mau cari alasan ke mana? Nanti saya bahas ini 4 SKS supaya ngerti, hah. Jadi kalau kita belum bahagia dalam hidup sudah jelas belum beriman. Iya, gitu aja kok mau cari alasan apa lagi? Ini Quran kok ayatnya jelas. Nah, jadi bahagia itu selama ini jadi akibat, betul? Betul. Kita menciptakan sebab-sebab semoga akibatnya jadi bahagia. Nah sekarang kita ubah dengan ayat ini, **bahagia itu jadi sebab**. Jadi sebab dan kalau Bapak Ibu praktikkan ini [5].

[6]
hasilnya luar, luar biasa. Oke, baik. Nah saya lanjutkan ini ada pesan dari Quran surah Asyura surat Asyura surah ke-42 ayat 30. Pesannya begini: **"Wama asobakum mim musibatin fabima kasabat aidikum waffu an katsirin."** Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri dan Allah memaafkan sebagian besar. Aduh, ayat ini keren. Perhatikan saya semuanya. Jadi musibah itu adalah sebutan buat segala sesuatu yang disebut buruk, bukan buat sesuatu yang tidak diharapkan kedatangannya, bukan. Betul? Kalau sesuatu yang diharapkan kedatangannya kan sering disebutnya berkah, betul. Nah, jadi musibah itu istilah yang kita pakai untuk menyebut sesuatu yang kita tidak suka. Nah, ternyata menurut Allah apapun yang disebut buruk dan tidak disukai kehadirannya olehmu, kata Allah, itu disebabkan perbuatan tanganmu sendiri. Nah kalau begitu yang namanya kebaikan dari mana? **Kebaikan mutlak dari Allah**. Jadi kalau begitu kalau kita sejalan hidupnya dengan Allah, artinya dari ayat ini enggak ada musibah. Makanya orang-orang Barat menyebut Allah itu cinta, *love*. Tapi cinta bukan rasa perasaan, cinta yang dimaksud mereka itu adalah **kekuatan positif**. Makanya Rhonda itu membuat buku judulnya *The Power Secret of The Power*. Apa yang diceritakan? Yang diceritakan di buku itu adalah bagaimana kita bisa memancarkan cinta, kekuatan positif maksudnya dan itu yang menarik semua hal yang positif dalam hidup. Makanya dalam hidup cuma ada dua, ada cinta dan ada ketiadaan cinta, gitu aja. Jadi sebetulnya ketika kita menarik hal-hal yang tidak kita harapkan dalam hidup sebetulnya kita sedang mengalami ketiadaan cinta, gitu aja. Nah ketiadaan cinta, kalau cinta itu adalah Dia Tuhan sumber kekuatan positif, berarti ketiadaan cinta itu sebetulnya adalah kehampaan diri dari perasaan kehadiran Tuhan. Wah, kalau dibahas lebih dalam lagi makanya ada rumus di fisika ini, ini rumus ya, ini rumus adanya kalau belajar fisika modern fisika kuantum itu ketemu rumus ini. Jadi **E yang besar itu, itu lambang dari energi. Sedangkan H itu H itu Konstanta Planck, menghormati seorang fisikawan pemenang hadiah Nobel namanya Max Planck, dia orang Jerman. Dia adalah sahabatnya Einstein yang pertama kali membuktikan teori radiasi benda hitam. Di situlah munculnya awal sebutan fisika kuantum, kuantu** [6].

[7]
**m itu dari kuanta, kuanta itu artinya paket**. Sebetulnya makanya cahaya yang mengalir di sini ke muka saya dulu dianggap sebagai perambatan energi yang kontinue. Setelah ketemu fisika kuantum ternyata ini adalah paket-paket energi. Satu paket energi itu harganya adalah **E = H dikalikan dengan F**. H itu konstanta Planck nilainya 6,62 * 10^-34 joule detik. Satuan energi itu joule, ya. Sedangkan **F itu adalah frekuensi**. Lihat saya semuanya, banyak yang enggak ngerti frekuensi apa. Frekuensi itu **banyaknya kejadian persatuan waktu**, ingat tuh frekuensi. Frekuensi mobil, banyaknya mobil yang lewat di satu titik persatuan waktu, itu namanya frekuensi. Jadi kalau ngitung frekuensi harus di waktu yang sama. Oh, frekuensi mobil sekarang meningkat itu artinya dalam 1 menit jumlah mobil yang lewat itu lebih banyak, hitungannya harus di satuan waktu yang sama. Nah kalau bicara frekuensi berarti berbicara peristiwa. Ini peristiwa yang sedang dibicarakan. Ternyata semua orang sekarang bersepakat bahwa ya **alam semesta ini semuanya isinya adalah energi**. Yang namanya energi, energi nah di dalamnya ada gelombang. Nah jumlah gelombang yang melewati satu titik persatuan waktu itu yang disebut dengan frekuensi. Berarti kalau jumlah gelombangnya yang lewat makin banyak berarti frekuensinya makin besar. Makanya **energi sama dengan konstanta kali frekuensi**. Energi dengan frekuensi berbanding lurus, makin besar frekuensinya makin besar energinya, *clear*? *Clear*. Oke, pernah difoto enggak pakai sinar X? Pernah kan? Oke, ya. Ada yang patah di kaki enggak kelihatan tuh pakai mata kasat. Oleh karena itu maka minta bantuan X-ray, sinar X. Nah **sinar X itu sinar yang frekuensinya besar sehingga energinya besar**, gitu. Makanya dengan menggunakan sinar X ternyata dia bisa menembus daging sehingga tulang yang patah itu menjadi jelas, bisa diprint out sehingga dokter memastikan gini loh cara terapinya, gitu. Paham ya? Jadi sinar X itu ya sinar dengan frekuensi tinggi. Beda dengan sinar dari lampu ini, ini frekuensi rendah. Nah **frekuensi berbanding terbalik dengan panjang gelombang**. Makanya sinar yang datang ke sini ini frekuensinya rendah, panjang gelombangnya besar. Nah kalau sinar X frekuensinya besar, panjang gelombangnya pendek. Nah orang-orang fisika sekarang tahu bahwa ya yang disebut dengan alam semesta i [7].

[8]
ni, alam semesta ini ternyata terbuat dari energi. Energi yang memadat kemudian membangun yang disebut dengan materi. Ternyata yang disebut dengan materi pun ketika dibelah-belah kan ujungnya atom. Ternyata atom pun di dalamnya sebetulnya adalah ruang kosong, hanya pusaran-pusaran energi, energi lagi jadinya. Makanya **materi kata Einstein setara dengan energi, E = massa dikalikan kecepatan cahaya dikuadratkan**. Itu dalam fisika klasik seperti itu, tapi saya bicara dalam konteks fisika modern. Oke, perhatikan saya sekarang. Nah semua orang sepakat bahwa ya **pikiran itu energi, perasaan juga energi**, betul? Kalau kita hanya menggunakan pikiran dan perasaan menciptakan realitas berarti tidak total dong. Nah sedangkan tubuh kita tersusun dari 100 triliun sel. Nah di dalam tubuh kita itu berarti ada atom, berarti ada energi, ada energi karena massa setara dengan energi. Jadi kalau kita bisa menggunakan totalitas keseluruhan kekuatan yang ada dalam diri kita **bukan hanya pikiran, bukan hanya perasaan, tetapi tubuh dengan jumlah selnya yang sekian banyak sebagai sumber energi, berarti tubuh ini bisa memancarkan frekuensi tinggi ke semesta dan itu yang didengar oleh semesta dan itu akan membangun realitas di frekuensi tinggi**. Jadi kalau begitu bisakah kita menciptakan realitas seperti yang kita mau? Bisa. Tapi tidak cukup hanya dengan pikiran dan perasaan. Kita harus menciptakan keamanan kenyamanan di tubuh kita sehingga seluruh sel kita selaras. Nah makanya ada kata-kata kalau ingin berdoa maka selaraskan tubuhmu, pikiranmu, jiwamu, dan kesadaranmu. Bapak Ibu, kalau Bapak Ibu menyempatkan waktu 7 menit saja sehari, 7 menit ya. Pertama gunakan pikiran untuk **imajinasi**. Perhatikan saya, imajinasi. Imajinasi itu adalah mencipta segala sesuatu yang kita ingin dalam hidup ini. Tetapi **imajinasi tidak boleh berlawanan dengan hukum cinta, tidak boleh mengimajinasikan yang negatif**. Misalkan mengimajinasikan kebangkrutan orang lain karena dendam, enggak boleh. Itu sudah melawan hukum tarik-menarik, hukum cinta dan itu yang terjadi, ya, itu yang akan terjadi. Jadi bukan orang yang kita bayangkan hancur, bukan. Itu akan memantul dulu gemanya pada dirimu sendiri. Itu yang dikatakan di ayat tadi, **segala yang buruk berasal dari tanganmu sendiri**. Jadi semua yang buruk itu bukan dari orang [8].

[9]
dari tanganmu sendiri, bukan dari Allah, dari tanganmu sendiri. Karena dari Allah itu dasarnya semua yang baik-baik saja. Jadi kalau kita hidup sejalan dengan Allah maka disebut **Bani Israil**. Bani itu orang, Isra itu berjalan, Il itu Tuhan. Kalau kita menjadi Bani Israil, hidup sejalan dengan Tuhan, maka kata Tuhan "Ya Bani Israil uzkuru nikmat Allah alaikum wa fadolukum alal alamin." Maka kamu akan mendapatkan banyak keutamaan dariku. Bani Israel ya siapa saja orang memang berjalan menuju Tuhan, tidak ada kaitannya dengan satu bangsa itu mah cuma minjam aja nama dari Al-Qur'an, awas harus cerdas. Paham sampai sini ya? Siapkan waktu 7 menit setiap hari. Gimana caranya? Perhatikan saya, nanti kita praktikkan ya. Caranya apa? Pertama adalah **imajinasi**. Yang kedua, semua yang diimajinasikan itu **dirasakan seolah-olah itu sudah terjadi**. Oke, jadi menciptakan akibatnya duluan ya di muka bukan di belakang. Nah, tetapi di saat yang sama, di saat yang sama **tubuh kita harus dalam keadaan aman nyaman dan tubuh kita sedang memproduksi hormon-hormon positif yang membuat tubuh kita memiliki keselarasan dengan pikiran dan perasaan kita. Gimana caranya? Di situlah pentingnya sebelum dimulai lakukan dulu olah nafas. Jadi kesadaran napas kita ini harus dibangkitkan dulu. Ketika kita menyadari napas apa yang terjadi? Kita terhubung ke bagian dalam dari diri kita yang namanya pikiran bawah sadar. Di situ kita sedang menanam benih realitas baru yang sedang diciptakan pikiran dan perasaan secara berulang-ulang dan itu akan dipancarkan ke seluruh semesta, itu rahasianya, hmm.