Tuesday, October 26, 2021

Kasih sayang Nya melebihi MurkaNya

Kasih sayang Nya melebihi MurkaNya 

By: The Bear

Usai makan siang di kantor, ada teman baik yang mendekati saya. Dia salah satu karyawan yg kritis. Dia hapal doa-doa puitis dari Rasulullah dan Ahlul bautnya. Keinginan tahu nya untuk mengerti tentang berbagai hal tinggi. Hal itu karena dia setiap hari dia membaca buku sebelum buku itu terbit. Dia bagian layouter (penata letak) disebuah penerbit besar dimana saya dulu pernah bekerja di sana. Lalu sambil berbisik dia berkata.

T: _"Mas.. bisa ngobrol sebentar nggak?"

J: _"bisa"

T: "Gini Mas, saya mau tanya sebentar. Pertanyaan ini baru semalam terpikir.... Katanya Tuhan itu Maha Pemaaf bahkan Kasih sayangNya melebihi murkanya, lalu mengapa ada neraka?"

J: " Wah berat nih pertanyaan mas N.. tapi saya coba jawab menurut yg saya pahami dari berbagai Kiai saya... 

T: "Ya mas.. kan mas banyak ketemu kiai dan banyak baca_

J: "Ah bisa aja nih sampeyan.. 

Menurut beberapa Kiai mas, Neraka itu hukum causalitas, seperti jika kita tdk belajar maka kita akan bodoh. Dan bodoh itu bukan hukuman dari Tuhan. Kalau mas sering dengki maka batinmu akan gelisah, dan gelisahmu itu bukan hukuman dari Tuhan, contoh lain kalau kamu tidak jaga kesehatan kemudian kamu sakit, maka sakit itu juga bukan hukuman dari Tuhan"

T: "Tapi mengapa di semua kitab-kitab suci neraka digambarkan untuk menghukum manusia?"

J: "Ya ada beberapa alternatif jawaban. Pertama karena secara psikologis, 85% manusia termasuk kategori _avoid pain_ (AP) (menghindari penderitaan) hanya 15% _gain pleasure_ (GP). Jadi Tuhan dgn ilmuNya tahu maka dibuatlah ancaman masuk Neraka, agar manusia mau berubah menjadi lebih baik. Karena manusia akan berusaha menghindari penderitaan (Neraka). 

Dalam mendidik anak, karyawan, organisasi pun 85% akan takut jika dipecat, tidak naik pangkat, tidak dikasih uang jajan dll , dibandingkan diiming-imingi naik jabatan, dapat reward tour jalan-jalan keliling dunia dll. Intinya jika seseorang memiliki tipe AP diiming-imingi reward maka tidak membuat termotivasi. Tipe AP harus diberikan ancaman hukuman (_punishment_). Begitupun sebaliknya, tipe GP tidak akan termotivasi jika diberi _punishment_, dia hanya termotivasi jika ada reward. 

Alternatif jawaban kedua adalah neraka (bukan makna hakiki) tapi makna majazi (metafora, simbolik) jadi bukan sebuah tempat, tetapi suatu keadaan jiwa, dimana jiwa mengalami penderitaan akibat perbuatannya sendiri, causalitas. 

Alternatif ketiga, jikalau neraka adalah sebuah tempat, maka tempat itu hanya untuk mengumpulkan orang-orang yg jiwanya sama-sama dalam keadaan blm sempurna akibat perbuatannya sendiri (bukan karena Tuhan ingin membalas/ menghukum semua yg berdosa.

T: "Kalau ini baru otak saya bisa menerima

J: "Ya gitu mas, Karena kebenaran yg ada di dalam Al-Qur'an tidak selalu kebenaran tekstual tapi juga kebenaran kontekstual.  

Dan juga mengapa kita harus berusaha menerapkan Kasih Sayang Tuhan dalam kehidupan kita ini. Kita diajarkan agar pemaaf, dan agar kasih sayang kita melebihi kemarahan kita. Karena sebenarnya setiap orang yg berbuat salah mereka sdh terhukum oleh jiwa dan perasaan bersalahnya sendiri tanpa menunggu neraka di akhirat.

Jika saya memutuskan mencintai seseorang yg akan mendampingi hidup saya, maka stok maaf saya pun harus banyak kepada orang itu mas...

T: "iya betul mas..."

J: "oke sdh jam 13. Kita ke Kantor lagi.

271021 04.00